Kamis, 27 Maret 2014

Pabrik Smelter Nikel Akan Segera Beroperasi di Kecamatan Bahodopi Kab. Morowali-Sulawesi Tengah


PT Sulawesi Mining Investment (SMI) menargetkan pembangunan tahap pertama pabrik smelter untuk pengolahan nikel di Morowali, Sulawesi Tengah akan selesai sebelum akhir 2014. SMI merupakan perusahaan patungan yang dibentuk oleh Bintang Delapan Group dari Indonesia dengan Tsingshan Group dari China, pada September 2009. Target pengoperasian pabrik smelter ini disampaikan oleh Vice President Director PT Bintang Delapan Mineral Alexander Barus kepada wartawan seusai bertemu dengan Menteri Perindustrian Mohamad S Hidayat di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis – 25 April 2013.

Dalam pertemuan tersebut dihadiri Sekjen Kemenperin Ansari Bukhari, Vice President Director PT Bintang Delapan Mineral Alexander Barus, Presiden Komisaris Bintang Delapan Group Sintong Panjaitan, Presiden Komisaris PT Sulawesi Mining Investment (SMI) Huang Wei Feng, Wakil Presiden Komisaris SMI Halim Mina, Presiden Direktur SMI Hamid Mina, dan Wakil Presiden Direktur SMI Xiang Guang Tong.

“Kami bertemu dengan Menteri Perindustrian karena beliau merupakan pembina industri nasional, dan tujuannya adalah melaporkan bahwa proses pembangunan smelter yang kami lakukansudah mencapai 30% dari realisasi tahap pertama,” kata Alex. Investasi ini merupakan respon atas lahirnya Undang-Undang Minerba yang melarang ekspor bahan mentah barang tambang dan mineral pada tahun 2014.  

Nilai investasi tahap pertama sebesar US$ 320 juta, dengan estimasi produksi mencapai 300 ribu ton nikel pig ironSedangkan, tahap kedua dengannilai investasi US$ 640 juta, akan direncanakan berkapasitas sekitar 500 ribu ton. “Hingga saat ini, investasi yang sudah kami keluarkan sebesar US$ 100juta dari proyeksi total investasi kami sampai pada tahap kedua sebesar US$ 1,060 miliar,” kata Alex. Selain mengolah biji mentah menjadi ferronickel, pabrik smelter ini dalam jangka panjang akan menghasilkanstainless steel yang mayoritas produksinya akan diekspor ke China. Sedangkan untuk pemasaran di dalam negeri akan disesuaikan dengan permintaan.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Presiden Komisaris SMI Halim Mina mengatakan, pemancangan tiang pada tahap kedua akan dilakukan pada Juli 2013 dan akan dibangun juga power plantsebesar 450 ribu mega watt untuk mendukung ketersediaan pasokan listrik. Saat ini, untuk tahap pertama, sementara masih menggunakangenset berkapasitas 38 mega watt. Hamid menambahkan, pertemuannya dengan Menperin juga membahas mengenai permohonan pemberian insentif berupa tax holiday.

Demikian Siaran Pers ini untuk disebarluaskan.

      Jakarta, 25 April 2013